Ia mengatakan bahwa melekatnya julukan Mumbai Van Java lebih cenderung berasal dari posisi Brebes sebagai pusat produksi bawang merah. Apalagi, hubungan pasar bawang merah Indonesia khususnya Brebes dengan India juga sangat dekat.
Namun terlepas dari itu, pihaknya memandang ada peluang besar untuk pengembangan wisata menyusul melekatnya julukan tersebut. Dengan demikian, julukan ini dapat menjadi strategi pemasaran pariwisata yang efektif.
Pengembangan Agrowisata Brebes Berbasis Bawang Merah
“Ini bisa kami kembangkan untuk konsep wisata pertanian atau agrowisata yang menonjolkan bawang merah. Apalagi, saat ini juga sudah ada Festival Bawang Merah yang digelar rutin setiap tahun,” ungkap Fajar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan mengemas konsep agrowisata lebih menarik sebagai wisata edukasi agar lebih menjual hingga tingkat internasional. Dalam hal ini, konsep wisata akan menggabungkan aspek edukasi, budaya, dan ekonomi.
Sementara itu, pengembangan wisata ke sektor pertanian ini sejalan dengan program Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yakni Agrowisata Tata. Oleh karena itu, julukan Mumbai Van Java Brebes dapat menjadi momentum untuk mempercepat program tersebut.
“Ini menjadi tantangan kami untuk memperkuat agrowisata untuk edukasi. Misal dengan edukasi menanam bawang atau dari sisi budaya soal tanaman bawang merah. Sehingga menjadi daya tarik baru,” pungkas Fajar.
Potensi Wisata Edukasi dan Budaya di Brebes
Dengan julukan Mumbai Van Java Brebes, pemerintah daerah melihat peluang besar untuk mengembangkan wisata edukasi berbasis pertanian. Konsep ini akan mengajak wisatawan untuk belajar langsung proses penanaman hingga panen bawang merah.
Selain itu, aspek budaya juga akan dimaksimalkan dengan menampilkan tradisi dan kearifan lokal masyarakat petani Brebes. Oleh sebab itu, wisatawan tidak hanya mendapat pengetahuan pertanian, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik.
Lebih lanjut, Festival Bawang Merah yang rutin digelar setiap tahun dapat menjadi magnet wisata tersendiri. Dalam hal ini, festival tersebut akan dikemas lebih profesional dengan melibatkan berbagai stakeholder pariwisata.
Sementara itu, pemerintah daerah juga akan mengembangkan infrastruktur pendukung wisata seperti jalur akses, fasilitas publik, dan promosi digital. Dengan demikian, Brebes dapat menjadi destinasi agrowisata unggulan di Jawa Tengah.
Pada akhirnya, julukan Mumbai Van Java Brebes bukan hanya sekadar sebutan, tetapi menjadi identitas baru yang membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata. Dengan begitu, Brebes dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.



