Brebes, brebesku.web.id – LCM B2SA Brebes atau Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman Tingkat Kabupaten Brebes resmi digelar pada Kamis (16/4/2026) di Pendopo Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas olahan pangan lokal sekaligus momentum strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah berbasis kearifan lokal.
Selain itu, sebanyak 17 Tim Penggerak PKK dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Brebes tampil bersaing dalam kompetisi bergengsi ini. Setiap tim menghadirkan menu inovatif berbahan dasar pangan lokal yang kaya gizi dan bernilai tinggi.
LCM B2SA Brebes Dorong Pola Makan Sehat dan Cegah Stunting
Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, menegaskan pentingnya Lomba Cipta Menu B2SA Kabupaten Brebes ini sebagai langkah strategis pemerintah daerah. Menurutnya, gerakan konsumsi pangan B2SA bertujuan membangun pola makan sehat masyarakat secara berkelanjutan dan terstruktur.
“Pemerintah daerah terus mendorong pembudayaan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ucap Ineke.
Lebih lanjut, Ineke menyoroti kekayaan pangan lokal Kabupaten Brebes yang sangat melimpah dan berpotensi besar untuk dikembangkan. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut melalui inovasi menu sehat yang menarik dan bergizi.
“Kita perlu terus mengembangkan potensi pangan lokal melalui inovasi menu berdasarkan Angka Kecukupan Gizi atau AKG. Pangan lokal kita luar biasa, dan saatnya naik kelas,” tegas Ineke di hadapan seluruh peserta.
Selain itu, Ineke juga menyebut bahwa lomba pangan lokal B2SA Brebes ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini berfungsi sebagai media edukasi sekaligus promosi konsumsi pangan lokal yang sehat kepada masyarakat luas.
Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes secara khusus mengapresiasi sinergi aktif Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Brebes. Kontribusi mereka terbukti sangat besar dalam menyukseskan jalannya kegiatan dari awal hingga akhir pelaksanaan.
Kemudian, Ineke menutup sambutannya dengan tiga pesan utama kepada seluruh peserta dan pemangku kepentingan:
- Masyarakat perlu semakin membiasakan konsumsi pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
- TP PKK harus terus menjadi motor penggerak edukasi B2SA di tingkat keluarga.
- Para peserta lomba wajib terus berinovasi dan menyebarluaskan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.
Dewan Juri Apresiasi Kualitas Kompetisi Menu Bergizi Brebes yang Meningkat Pesat
Dewan juri kompetisi menu bergizi Brebes 2026 ini dipimpin oleh Chef Miskul Chitam yang berpengalaman di bidang kuliner dan gizi. Ia menjelaskan bahwa penilaian lomba mulai berjalan sejak pukul 09.00 WIB dengan mempertimbangkan tiga aspek utama secara cermat.
Adapun tiga aspek penilaian tersebut meliputi kreativitas penyajian menu, cita rasa masakan, serta nilai gizi yang terkandung dalam setiap hidangan. Ketiga aspek ini menjadi tolok ukur utama tim juri dalam menentukan pemenang lomba.
Selanjutnya, Chef Miskul mengaku kagum dengan kualitas seluruh peserta yang sangat kompetitif pada tahun ini. Bahkan, ia menyebut terjadi peningkatan kualitas yang signifikan dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Semuanya luar biasa. Dari segi menu, kreativitas olahan, hingga cita rasa yang sangat lengkap, terjadi peningkatan kualitas dibandingkan tahun sebelumnya. Terlebih lagi, muncul menu-menu yang lebih modern dan inovatif,” jelas Chef Miskul kepada hadirin.
Tak hanya itu, Chef Miskul juga menyampaikan pesan filosofis tentang tujuan utama gerakan B2SA yang ia nilai sangat bermakna bagi masyarakat Brebes.
“Tidak harus mahal. Potensi makan sehat bisa kita gali dari apa yang ada di sekitar kita. Kami percaya, masakan ibu-ibu yang penuh cita rasa kasih sayang akan menghadirkan generasi emas,” tuturnya dengan penuh semangat.








