Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Blandongan

Warga lansia mengurus dokumen adminduk dan cek kesehatan gratis di Desa Blandongan
Warga Desa Blandongan memanfaatkan layanan adminduk dan cek kesehatan gratis dalam rangka Hari Jadi ke-348 Brebes.

Banjarharjo Brebes, brebesku.web.id – Layanan adminduk dan cek kesehatan gratis di Desa Blandongan, Kecamatan Banjarharjo, menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes. Pemerintah Kabupaten Brebes menghadirkan pelayanan terpadu tersebut untuk memastikan warga, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, dapat mengakses dokumen kependudukan serta pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke pusat kabupaten, Selasa (20/1/2026).

Sejak siang hari, puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan yang dipusatkan di balai desa. Mereka mengurus KTP elektronik, Kartu Keluarga, hingga dokumen perubahan data, sekaligus memeriksakan tekanan darah dan kadar gula. Antusiasme warga menunjukkan bahwa pendekatan jemput bola menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan biaya transportasi.

Bacaan Lainnya

Pemerintah daerah memanfaatkan momentum hari jadi sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan layanan publik. Alih-alih hanya menggelar seremoni, Pemkab Brebes memilih turun langsung ke desa untuk memastikan hak dasar warga terpenuhi.

Layanan Adminduk dan Cek Kesehatan Gratis di Blandongan Mendekatkan Akses

Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr Tahroni MPd, memantau langsung jalannya layanan adminduk dan cek kesehatan gratis di Blandongan. Ia menegaskan bahwa administrasi kependudukan memegang peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Dokumen kependudukan menjadi pintu masuk berbagai layanan publik. Tanpa KTP dan KK yang valid, warga akan kesulitan mengakses pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga layanan perbankan,” ujar Tahroni.

Menurutnya, lansia dan penyandang disabilitas sering menghadapi hambatan fisik ketika harus datang ke kantor dinas di tingkat kabupaten. Karena itu, pemerintah menggeser pola pelayanan dari menunggu menjadi mendatangi. Strategi ini sejalan dengan prinsip pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan.

Selain itu, perangkat desa membantu memverifikasi data warga sebelum proses pencetakan dokumen. Langkah tersebut mempercepat alur pelayanan sekaligus meminimalkan kesalahan administrasi. Dengan cara ini, warga tidak perlu bolak-balik mengurus berkas.

Pemeriksaan Kesehatan Perkuat Kualitas Hidup Lansia

Dalam kegiatan yang sama, tenaga kesehatan memberikan layanan cek kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, serta konsultasi kesehatan dasar. Lansia menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan layanan tersebut.

Tahroni menilai kesehatan masyarakat berpengaruh langsung terhadap produktivitas daerah. Jika warga menjaga kondisi tubuh sejak dini, beban biaya pengobatan dapat ditekan dan kualitas hidup meningkat.

“Pembangunan akan berjalan optimal jika masyarakat sehat. Karena itu, kami memastikan layanan kesehatan menjangkau hingga tingkat desa,” jelasnya.

Petugas kesehatan juga memberikan edukasi singkat mengenai pola makan seimbang dan pentingnya pemeriksaan rutin. Edukasi ini penting karena sebagian lansia belum terbiasa memeriksakan diri secara berkala.

Beberapa warga mengaku baru mengetahui kondisi tekanan darah mereka setelah mengikuti pemeriksaan tersebut. Temuan awal itu membantu warga mengambil langkah pencegahan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

Digitalisasi dan Komitmen Pelayanan Inklusif

Selain menghadirkan layanan langsung, Pemkab Brebes terus mendorong digitalisasi administrasi kependudukan. Pemerintah mengembangkan sistem berbasis digital agar warga dapat mengajukan permohonan dokumen secara daring untuk jenis layanan tertentu.

Tahroni menjelaskan bahwa digitalisasi tidak menggantikan pelayanan tatap muka sepenuhnya. Pemerintah tetap membuka akses langsung bagi warga yang membutuhkan pendampingan. Namun, sistem digital akan mempercepat proses, meningkatkan akurasi data, dan memperkuat transparansi.

Ia juga menekankan bahwa pelayanan inklusif menjadi prioritas dalam setiap kebijakan daerah. Pemerintah menempatkan kelompok rentan sebagai fokus utama agar tidak tertinggal dalam akses layanan dasar.

“Momentum Hari Jadi Brebes kami gunakan untuk memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami ingin pelayanan publik semakin mudah, cepat, dan merata,” tegasnya.

Salah seorang warga, Harja (61), menyampaikan apresiasi atas layanan adminduk dan cek kesehatan gratis di Blandongan. Ia mengaku kesulitan menempuh perjalanan jauh ke kantor pelayanan karena faktor usia.

“Sekarang saya bisa mengurus KTP sekaligus cek kesehatan di desa sendiri. Ini sangat membantu kami yang sudah lanjut usia,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur Forkopimca Banjarharjo, kepala organisasi perangkat daerah, dan perangkat desa. Kolaborasi lintas sektor memastikan pelayanan berjalan tertib serta tepat sasaran.

Layanan adminduk dan cek kesehatan gratis di Blandongan menunjukkan bahwa pemerintah daerah mengutamakan pendekatan proaktif dalam pelayanan publik. Melalui langkah ini, Pemkab Brebes tidak hanya memperingati hari jadi secara simbolik, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan warga. Jika program serupa diperluas ke desa lain, akses terhadap identitas hukum dan layanan kesehatan dasar akan semakin merata di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *