Brebes, brebesku.web.id – Program bantuan RTLH Brebes kembali menghadirkan senyum bahagia bagi warga kurang mampu. Rodiyah, salah satu warga Dukuh Sangkalputung RT 02 RW 19 Kelurahan Brebes, tak kuasa menahan tangis haru saat menyaksikan proses renovasi rumahnya dimulai melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pemerintah Kabupaten Brebes menginisiasi program tersebut pada Selasa (5/5/2026) siang.
Kebahagiaan tampak jelas terpancar dari raut wajah perempuan paruh baya tersebut. Pemerintah daerah kini memberikan perhatian serius terhadap rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggal keluarganya. Kondisi bangunan yang sebelumnya memprihatinkan dengan struktur lapuk dan sanitasi terbatas, perlahan berubah menjadi hunian yang lebih layak dan aman.
Bagi Rodiyah, program bantuan RTLH Brebes ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, bantuan ini merupakan wujud harapan baru bagi masa depan keluarganya yang lebih baik. Ia merasa sangat beruntung bisa menjadi salah satu penerima manfaat program pemerintah tersebut.
Bantuan dari Berbagai Pihak untuk Program Rumah Tidak Layak Huni Brebes
Dengan mata berkaca-kaca, Rodiyah mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. “Saya benar-benar bersyukur. Selama ini hanya bisa berharap suatu saat rumah ini bisa diperbaiki,” ujarnya penuh haru.
“Alhamdulillah sekarang bantuan datang, bukan hanya untuk rumah, tetapi juga memberi semangat baru buat keluarga kami,” tambahnya. Ia tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa rumahnya akan mendapat perhatian dari banyak pihak.
Berbagai pihak memberikan dukungan komprehensif untuk program rehabilitasi rumah Brebes ini. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes menyediakan material bangunan yang dibutuhkan untuk proses renovasi. Mereka memastikan kualitas material sesuai standar untuk menghasilkan bangunan yang kokoh dan tahan lama.
Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes menyalurkan bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk mendukung kelancaran program. Kontribusi ini sangat signifikan dalam mewujudkan hunian layak bagi warga kurang mampu di wilayah tersebut.
Dukungan CSR dan Legislatif Perkuat Rehabilitasi Rumah Brebes
Tidak hanya instansi pemerintah yang peduli, dukungan juga datang dari berbagai kalangan. Anggota Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kabupaten Brebes, Kingking Trahing Kusuma, turut memberikan bantuan pribadi kepada Rodiyah. Kepedulian legislatif ini menunjukkan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan.
Corporate Social Responsibility (CSR) Indomaret juga ikut berkontribusi dengan memberikan voucher senilai Rp500 ribu. Selain itu, tim CSR turut menyalurkan paket sembako kepada keluarga penerima manfaat sebagai bentuk perhatian menyeluruh terhadap kesejahteraan mereka. Kolaborasi multi-pihak ini memperkuat implementasi program sosial di lapangan.
Dinperwaskim memantau secara ketat seluruh proses perbaikan dari tahap awal hingga selesai. Tim monitoring melakukan pengawasan mulai dari progres nol persen hingga mencapai 100 persen untuk memastikan bantuan renovasi rumah Brebes tepat sasaran dan berjalan transparan. Akuntabilitas menjadi kunci utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
Integrasi Program RTLH dengan Peningkatan Sanitasi
Program ini tidak hanya fokus pada perbaikan struktur bangunan semata. Dinperwaskim juga mengintegrasikan peningkatan sanitasi dan edukasi pola hidup bersih agar kualitas hidup warga benar-benar meningkat secara berkelanjutan. Pendekatan holistik ini menjadi ciri khas pelaksanaan program di Kabupaten Brebes.
Tim pelaksana memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas sanitasi yang memadai dalam setiap pelaksanaan bantuan RTLH Brebes. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan mencegah berbagai penyakit yang disebabkan sanitasi buruk. Pemerintah daerah memahami bahwa kesehatan lingkungan berbanding lurus dengan produktivitas masyarakat.
Dengan pendekatan holistik ini, pemerintah daerah berharap program RTLH tidak hanya memberikan dampak jangka pendek. Lebih jauh lagi, program ini diharapkan dapat mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat dan produktif dalam jangka panjang.








