Selain cabang olahraga, panitia juga menggelar lomba seni Labre Idol yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menunjukkan bakat mereka di bidang seni. Dengan demikian, kegiatan seni ini menjadi wadah ekspresi kreativitas yang positif bagi para peserta.
Di sisi lain, pihak Lapas Brebes mengharapkan kegiatan Pekan Olahraga Narapidana Brebes ini mampu menjadi wadah positif dalam menjaga kebugaran fisik warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kesehatan mental serta mempererat kebersamaan antarwarga binaan.
Lebih lanjut, Gowim Mahali mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif dan menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.
“Yang terpenting adalah menjaga situasi tetap kondusif dan menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan,” tegas Gowim kepada seluruh peserta.
Warga Binaan Antusias Ikuti Acara Olahraga dan Seni Lapas Brebes
Sementara itu, antusiasme warga binaan dalam mengikuti Porsenap Lapas Brebes terlihat sangat tinggi. Salah satu peserta, Slamet, mengaku sangat senang dan bersemangat mengikuti kegiatan yang pihak Lapas Brebes siapkan.
Menurut Slamet, kegiatan ini memberikan pengalaman positif selama berada di dalam lapas. Bahkan, ia merasa mendapat kesempatan untuk menyalurkan hobi dan bakat yang selama ini terpendam.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Selain bisa menyalurkan hobi, kami juga merasa lebih semangat dan terhibur,” ungkap Slamet kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membuat para warga binaan lebih kompak dan termotivasi untuk menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, mereka merasa mendapat perhatian dan kesempatan untuk mengembangkan diri meski sedang menjalani masa pidana.
Pembinaan Humanis Lapas Brebes Melalui Program Porsenap
Melalui Porsenap Lapas Brebes, pihak Lembaga Pemasyarakatan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Dengan kata lain, program ini menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas tidak hanya fokus pada aspek hukuman, tetapi juga pengembangan karakter positif.







