Bumiayu, Brebes, brebesku.web.id – Balap liar Bumiayu Brebes kembali menjadi sorotan setelah aktivitas ini kian marak dan meresahkan warga. Jalur dalam kota, termasuk kawasan depan Masjid Agung Bumiayu, kerap menjadi arena balapan liar yang membahayakan pengguna jalan lain.
Sejumlah warga melaporkan bahwa aktivitas balap liar ini sudah berlangsung berulang kali dengan frekuensi yang semakin meningkat. Mereka mengeluhkan kondisi ini karena memicu kerawanan lalu lintas serta mengganggu ketenangan masyarakat akibat suara bising knalpot sepeda motor.
Warga mengungkapkan bahwa pelaku balap liar biasanya beraksi pada tengah malam, yakni pukul 00.00 hingga 03.00 WIB. Kondisi ini semakin meresahkan karena terjadi di berbagai titik, tidak hanya di Jalan Lingkar Bumiayu, tetapi juga di jalur dalam kota yang seharusnya menjadi area pemukiman tenang.
Warga Bumiayu Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Balap Liar
Keresahan warga terhadap maraknya balap liar Bumiayu Brebes mencuat dalam pertemuan Aliansi Masyarakat Damai Bumiayu (AMDB) bersama jajaran Polsek Bumiayu yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait maraknya balap liar di sejumlah titik wilayah Bumiayu.
Ketua AMDB, Ahmad Mu’amar, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai aktivitas balapan liar ini. Laporan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat merasa sangat terganggu dan khawatir akan keselamatan mereka di jalan raya.
“Banyak masyarakat mengeluhkan balap liar ini karena meresahkan dan membahayakan pengguna jalan lain,” ujar Ahmad Mu’amar dalam pertemuan tersebut.
Ia berharap aparat kepolisian dapat bertindak lebih tegas agar aktivitas tersebut tidak terus berulang. Tindakan tegas dinilai perlu untuk memberikan efek jera kepada para pelaku balap liar yang membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kami berharap polisi memberikan tindakan tegas kepada pelaku balap liar supaya mereka mendapat efek jera,” tambah Ahmad Mu’amar menegaskan.
Tokoh Masyarakat Usulkan Pendekatan Komprehensif Atasi Balapan Liar
Senada dengan keluhan warga, tokoh masyarakat Bumiayu, H. Faris Sulchaq, yang juga mantan Wakil Bupati Brebes, memberikan pandangan lebih luas mengenai penanganan balap liar. Ia menilai aparat tidak cukup hanya melakukan penindakan, tetapi juga perlu membina remaja pelaku.
“Kita perlu pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya penindakan tetapi juga pembinaan,” kata H. Faris Sulchaq dalam forum pertemuan tersebut.








