Program MBG Jawa Tengah Jadi Pilot Project Penguatan Kemitraan Nasional

FGD Penguatan Kemitraan Program MBG Jawa Tengah dengan Kemenko Pangan di Semarang
Deputi Kemenko Pangan Dandy Satria Iswara membuka FGD Penguatan Kemitraan MBG di Jawa Tengah yang ditetapkan sebagai pilot project nasional, Senin (13/4/2026).

Semarang, brebesku.web.id – Program MBG Jawa Tengah dinilai berhasil oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan sehingga menjadikan provinsi yang Gubernur Ahmad Luthfi pimpin sebagai pilot project penguatan kemitraan. Kemitraan ini melibatkan sektor perikanan, UMKM, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Dalam hal ini, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara mengatakan dukungan Jawa Tengah terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sangat kuat. Baik dari sisi jumlah SPPG maupun kepatuhan terhadap standar keamanan pangan menunjukkan keseriusan provinsi ini. Oleh karena itu, banyak dapur SPPG di Jawa Tengah telah memperoleh sertifikasi dan secara aktif menggandeng UMKM lokal untuk penyediaan bahan baku.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, hingga saat ini potensi penerima manfaat program MBG Jawa Tengah mencapai 9,63 juta orang dari target nasional 82,9 juta penerima manfaat. Artinya, Jawa Tengah memegang hampir 11 persen dari total penerima manfaat secara nasional. Dengan demikian, provinsi ini menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program strategis nasional ini.

Capaian Implementasi Program MBG Jawa Tengah

“Selain itu, sekitar 3.800 SPPG telah operasional dengan tingkat pencapaian pembangunan mencapai sekitar 97 persen dari target yang ditetapkan,” ujar Dandy saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kemitraan MBG di Ghradhika Bhakti Praja, Senin, 13 April 2026.

Menurut Dandy, pencapaian tersebut tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas pelayanan. Hampir 2.000 SPPG telah memiliki sertifikasi Sanitasi Laik Higiene (SLHS) sebagai jaminan keamanan pangan. Selain itu, ratusan lainnya bersertifikat halal serta lebih dari 1.300 tenaga chef telah tersertifikasi.

Lebih lanjut, standar keamanan pangan berbasis HACCP juga mulai diterapkan di sejumlah SPPG sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan. Dengan demikian, kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat terjamin keamanan dan kehigienisannya. Oleh karena itu, Jawa Tengah menjadi contoh implementasi program yang tidak hanya cepat tetapi juga berkualitas.

“Kondisi ini menunjukkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan implementasi MBG yang masif, patuh, dan siap secara sistem,” lanjut Dandy menegaskan keunggulan Jawa Tengah.

Dampak Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis untuk UMKM

Lebih lanjut, program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Dandy menjelaskan bahwa sekitar 70 persen anggaran MBG digunakan untuk pembelian bahan pangan. Dengan demikian, program ini berdampak langsung pada penggerakan ekonomi lokal mengingat belanja bahan pangan tersebut kembali kepada masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *