Ketanggungan Brebes, Brebesku.web.id – Banjir Sungai Babakan Brebes kembali merendam ribuan warga di Kecamatan Ketanggungan pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Luapan air dari Sungai Babakan menggenangi sedikitnya empat desa dan melumpuhkan aktivitas masyarakat setempat.
Empat desa terdampak meliputi Desa Karangmalang, Padakaton, Dukuhturi, dan Ketanggungan. Air merendam ratusan rumah serta sejumlah fasilitas umum, termasuk ruas jalan utama Pejagan–Ketanggungan.
Banjir Sungai Babakan Brebes Meluas ke Empat Desa
Data lapangan mencatat sebanyak 672 kepala keluarga atau 1.368 jiwa terdampak banjir Ketanggungan Brebes. Ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi.
Air mulai memasuki permukiman warga di Desa Karangmalang pada Senin malam (2/3/2026) sekitar pukul 22.20 WIB. Warga di Blok Persil melaporkan ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter.
Setelah itu, Sungai Babakan meluap di Brebes dan air terus meluas ke Desa Ketanggungan, Padakaton, serta Dukuhturi. Debit air yang meningkat membuat genangan bertahan hingga Selasa pagi.
Anggota PMI Kabupaten Brebes, Bagus, memastikan seluruh warga dalam kondisi aman. Petugas tidak menemukan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Saat ini kondisi warga terdampak aman. Kami terus memantau situasi dan membantu kebutuhan darurat,” ujarnya.
Luapan Sungai Babakan di Ketanggungan Rendam Ratusan Rumah
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso, merinci dampak banjir Sungai Babakan Brebes di setiap desa. Di Desa Karangmalang, banjir merendam sedikitnya 30 rumah atau 120 jiwa di wilayah RT 01 hingga RT 05 RW 02.
Sementara itu, di Desa Ketanggungan, banjir menggenangi tiga RW, yakni RW 01, RW 03, dan RW 04. Di RW 01 terdapat 40 rumah atau 160 jiwa terdampak.
Selain itu, di RW 03 tercatat 140 rumah atau 560 jiwa terdampak. Sedangkan di RW 04, genangan merendam 35 rumah atau 140 jiwa.
Di Desa Padakaton, banjir Ketanggungan Brebes menggenangi 50 rumah atau 200 jiwa di RT 01 RW 01. Petugas masih melakukan pendataan di Desa Dukuhturi untuk memastikan jumlah pasti rumah dan warga terdampak.
“Kami terus mendata dan memantau perkembangan di lapangan. Tim siaga untuk mengantisipasi jika debit air kembali meningkat,” kata Wibowo.
Dampak Infrastruktur dan Lalu Lintas Tersendat
Selain merendam permukiman, banjir Sungai Babakan Brebes juga menggenangi ruas jalan Pejagan–Ketanggungan. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan kendaraan harus melambat saat melintas.
Genangan di jalur utama tersebut memperlambat distribusi barang dan mobilitas warga. Namun demikian, petugas kepolisian dan relawan tetap mengatur arus kendaraan agar tetap terkendali.
BPBD Brebes bersama PMI dan aparat desa terus melakukan pemantauan berkala. Mereka juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Antisipasi dan Pemantauan Lanjutan
Pemerintah daerah menyiagakan personel untuk membantu evakuasi apabila kondisi memburuk. Hingga laporan terakhir, air masih menggenangi sejumlah titik meski sebagian wilayah mulai surut.
BPBD Brebes meminta warga yang tinggal di bantaran Sungai Babakan untuk terus mengikuti informasi resmi. Selain itu, warga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda kenaikan debit air.
Banjir Sungai Babakan Brebes kali ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi dan pengelolaan aliran sungai. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengevaluasi langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini berdampak signifikan terhadap aktivitas harian warga. Pemerintah bersama relawan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi hingga kondisi sepenuhnya pulih.








