Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes Ditarget Selesai Juni 2026, Jembatan Bailey Percepat Akses

pembangunan Sekolah Rakyat Brebes Desa Wlahar Larangan jembatan Bailey Juni 2026
Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Wurja, S.E., melakukan monitoring langsung ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Senin (27/4/2026).

Larangan, brebesku.web.idPembangunan Sekolah Rakyat Brebes di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan terus pemerintah pacu secara intensif. Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Wurja, S.E., dan jajaran kepala OPD terkait turun langsung memantau lokasi pembangunan pada Senin (27/4/2026) petang.

Pemerintah merancang proyek strategis nasional ini sebagai program berbasis asrama untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem. Selain itu, pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat ini rampung sepenuhnya pada Juni 2026. Dengan demikian, anak-anak kurang mampu di Kabupaten Brebes segera mendapatkan manfaat dari program ini.

Bacaan Lainnya

Pembangunan Sekolah Rakyat Brebes Capai 4 Persen, Pekerja Beroperasi hingga Pukul 22.00

Bupati Paramitha menyampaikan bahwa progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Brebes saat ini telah mencapai angka 4 persen. Oleh karena itu, tim pelaksana bekerja keras dengan jadwal operasional yang panjang setiap harinya. Seluruh pihak berkomitmen penuh agar target penyelesaian tidak meleset.

“Alhamdulillah, kami beserta para OPD terkait dan Wakil Bupati telah melihat langsung progres perkembangannya. Pengerjaan berlangsung dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam,” ujar Bupati Paramitha kepada awak media.

Adapun pemerintah membatasi waktu kerja hingga pukul 22.00 WIB demi kenyamanan warga sekitar. Lokasi proyek yang berdekatan dengan pemukiman penduduk menjadi pertimbangan utama keputusan tersebut. Namun demikian, tim pelaksana tetap memaksimalkan efisiensi kerja dalam setiap sesi operasional.

“Karena dekat dengan pemukiman, kami pertimbangkan agar tidak terlalu mengganggu jam istirahat masyarakat. Tapi ya dimaksimalkan seefektif mungkin, insyaallah target Juni 2026 bisa selesai,” tegas Paramitha dengan optimis.

Selain itu, seluruh jajaran OPD terus berkoordinasi aktif untuk memastikan tidak ada hambatan yang memperlambat progres. Terlebih lagi, pemerintah daerah mengawasi langsung setiap perkembangan pembangunan agar kualitas dan waktu penyelesaian tetap terjaga.

Jembatan Bailey Percepat Progres Sekolah Rakyat Desa Wlahar Brebes

Akses jalan menuju lokasi proyek menjadi tantangan utama dalam progres Sekolah Rakyat Brebes Larangan ini. Namun demikian, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera memberikan solusi konkret untuk mengatasi kendala tersebut.

“Untuk kendala akses jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat, alhamdulillah sudah terbantu dari PUPR. Sudah dipinjami jembatan Bailey dan 10 hari ke depan akan terpasang,” jelas Paramitha kepada seluruh jajaran yang hadir.

“Insyaallah dengan adanya jembatan ini, progres pembangunan bisa semakin cepat,” lanjut Paramitha dengan penuh keyakinan.

Selanjutnya, perwakilan Dinas PUPR Jawa Tengah, Eko, menegaskan komitmen penuh timnya untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Ia memastikan bahwa seluruh jajarannya terus bekerja maksimal demi memenuhi target yang telah pemerintah tetapkan.

“Kita tetap optimal bekerja di sini sampai target yang sudah ditetapkan tercapai. Segala upaya kami kerahkan agar target tersebut tetap tercapai dan bisa segera bermanfaat bagi anak didik,” pungkas Eko.

Dengan adanya jembatan Bailey, arus logistik material bangunan akan berjalan lebih lancar dan efisien. Terlebih lagi, mobilitas para pekerja menuju lokasi proyek juga semakin mudah. Akibatnya, produktivitas pembangunan meningkat secara signifikan setiap harinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *