Ketanggungan, Brebes, brebesku.web.id – Banjir Ketanggungan Brebes yang melanda kawasan Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan, mengakibatkan lumpuhnya akses jalan dan jembatan vital penghubung antarwilayah. Merespons situasi darurat tersebut, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma turun langsung ke lokasi terdampak pada Sabtu, 28 Maret 2026, guna memastikan percepatan penanganan infrastruktur yang rusak parah.
Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ketanggungan sejak Rabu malam, 25 Maret 2026, menjadi pemicu utama terjadinya bencana banjir tersebut. Akibatnya, sejumlah ruas jalan dan jembatan penghubung desa mengalami kerusakan serius sehingga kendaraan bermotor maupun pejalan kaki tidak dapat melintas.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap mobilitas harian ribuan warga di kawasan sekitar Desa Buara. Selain itu, terputusnya jalur utama transportasi turut mengganggu distribusi kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah sekitarnya.
Dampak Banjir Ketanggungan Brebes terhadap Infrastruktur Jalan
Dalam peninjauannya, Bupati Paramitha menyaksikan langsung arus deras yang menggerus badan jalan serta merusak struktur jembatan hingga tidak lagi layak untuk warga lewati. Kerusakan infrastruktur akibat banjir di Ketanggungan ini tergolong cukup parah sehingga memerlukan penanganan darurat secara segera dari seluruh pemangku kepentingan.
Beberapa titik jalan penghubung antardesa mengalami longsor, sementara material lumpur tebal menggenangi sejumlah ruas jalan lainnya. Di sisi lain, warga melaporkan bahwa satu jembatan utama di Desa Buara mengalami kerusakan struktur yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi bencana juga turut mengalami kerusakan cukup signifikan. Oleh karena itu, penanganan menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur yang rusak menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah daerah.
Bupati Paramitha menegaskan bahwa pemulihan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini. Ia berkomitmen penuh agar kehidupan masyarakat di Desa Buara dan sekitarnya segera kembali berjalan normal dalam waktu sesingkat mungkin.
“Pemerintah daerah akan segera mengambil langkah percepatan perbaikan akses jalan dan jembatan yang rusak agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan secepat mungkin,” kata Paramitha saat meninjau langsung lokasi di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan.
Penanganan Darurat Banjir Desa Buara Brebes oleh Pemkab
Sebagai langkah awal, Pemkab Brebes telah menginstruksikan sejumlah dinas terkait untuk segera melaksanakan penanganan darurat di lapangan. Pemerintah menempuh langkah konkret berupa pemasangan jembatan sementara serta perbaikan akses jalan yang rusak akibat banjir Kabupaten Brebes secara masif.
Di samping itu, pemerintah juga telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur yang mengalami kerusakan parah. Pemkab Brebes secara aktif berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna memastikan rekonstruksi berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut mendampingi Bupati dalam peninjauan lapangan tersebut. Para pejabat daerah langsung melakukan inventarisasi kerusakan serta menyusun langkah teknis penanganan secara sistematis dan terstruktur.
Berdasarkan hasil inventarisasi tersebut, pemerintah daerah dapat memetakan skala prioritas perbaikan secara lebih akurat dan terukur. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat mengarahkan alokasi anggaran dan sumber daya secara tepat sasaran untuk menangani kerusakan terparah terlebih dahulu.
Penanganan darurat ini juga mencakup pembersihan material lumpur serta puing yang menghambat akses jalan di beberapa titik. Pemerintah menilai langkah tersebut krusial guna membuka kembali jalur transportasi bagi warga yang selama ini terisolasi pascabanjir.








