Petugas Haji Jateng 2026 Harus Utamakan Pelayanan, Ini Pesan Sekda Sumarno

Suasana pembekalan petugas haji Jateng 2026 di Asrama Haji Donohudan Boyolali
Sekda Jateng Sumarno membuka pembekalan petugas haji Jateng 2026 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Petugas Haji Asal Demak Siapkan Mitigasi secara Menyeluruh

Sementara itu, petugas haji daerah asal Kabupaten Demak, Wahid Su’udi, menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan menyeluruh. Persiapan tersebut mencakup aspek teknis maupun mental untuk menjalankan tugas pelayanan haji Jateng 2026 secara optimal.

“Kami sudah mempersiapkan diri jauh hari, baik lahir maupun batin. Tugas ini kami niatkan untuk berkhidmah melayani tamu-tamu Allah,” ujar Wahid.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Wahid menjelaskan bahwa timnya telah memetakan berbagai potensi persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan haji. Langkah mitigasi ini mereka ambil agar tidak ada satu pun jemaah yang terabaikan selama proses ibadah berlangsung.

“Kami tidak ingin ada jemaah yang terbengkalai. Ini soal tanggung jawab. Karena itu, kami sudah memetakan potensi kendala dan menyiapkan langkah antisipasi,” tegasnya.

Wahid mengungkapkan bahwa timnya telah menyusun skenario penanganan untuk berbagai situasi darurat. Mulai dari jemaah yang sakit mendadak, tersesat, hingga mengalami masalah administrasi, seluruh kemungkinan telah mereka antisipasi sejak jauh hari.

Pelayanan Haji Jateng Fokus pada Jemaah Lansia dan Berisiko Tinggi

Menurut Wahid, tantangan pelayanan haji tahun ini semakin kompleks. Petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah perempuan, lansia, dan kelompok berisiko tinggi yang membutuhkan penanganan khusus.

“Mayoritas jemaah kami lansia dan berisiko tinggi. Untuk itu, kami siapkan pelayanan khusus, termasuk penguatan koordinasi dengan tim kesehatan, agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” kata Wahid.

Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jemaah menambahkan bahwa kolaborasi antarpetugas menjadi kunci pelayanan maksimal. Ia menekankan bahwa setiap petugas, baik PHD maupun tenaga kesehatan, harus saling mendukung demi terciptanya layanan terbaik.

“Kami bekerja dalam satu tim, baik PHD maupun tenaga kesehatan. Semua harus saling mendukung agar pelayanan kepada jemaah bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Terlebih lagi, kondisi cuaca di Arab Saudi yang ekstrem menambah tantangan bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi. Oleh karena itu, tim kesehatan harus selalu siaga dan mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat kepada jemaah yang membutuhkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *