Brebes, Brebesku.web.id – Puncak arus mudik Lebaran 2026 Jawa Tengah diperkirakan terjadi dua kali. Polda Jawa Tengah mengingatkan masyarakat, termasuk warga Brebes, agar merencanakan perjalanan mudik dengan baik.
Kepolisian menyampaikan prediksi tersebut setelah melakukan koordinasi lintas sektoral dalam persiapan Operasi Ketupat 2026. Aparat memperkirakan mobilitas masyarakat saat musim mudik tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Polda Jawa Tengah memperkirakan jumlah pemudik meningkat sekitar 1,4 hingga 2,1 persen dibandingkan tahun 2025. Karena itu, polisi menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Peningkatan mobilitas tersebut juga berpotensi memengaruhi jalur utama mudik di wilayah Pantura. Kabupaten Brebes menjadi salah satu titik penting karena berada di pintu masuk Jawa Tengah dari arah barat.
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Jawa Tengah Terjadi Dua Gelombang
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan pola arus mudik tahun ini berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Kepolisian memperkirakan lonjakan kendaraan terjadi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14 hingga 15 Maret 2026. Sementara itu, gelombang kedua kemungkinan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026.
“Puncak arus mudik tahun ini kami perkirakan terjadi dua kali, yaitu pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026,” ujar Kombes Pol Artanto di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (4/3/2026).
Polisi juga memperkirakan arus balik Lebaran terjadi dalam dua periode. Gelombang pertama kemungkinan berlangsung pada 24 hingga 25 Maret 2026.
Selanjutnya, gelombang kedua arus balik diperkirakan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Pola ini membuat pergerakan kendaraan lebih tersebar dalam beberapa hari.
Prediksi Arus Mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah Dipengaruhi Pola Kerja Fleksibel
Polda Jawa Tengah menilai beberapa faktor memengaruhi pola arus mudik tahun ini. Salah satunya adalah kebijakan fleksibilitas waktu kerja di sejumlah instansi.
Selain itu, masyarakat kini cenderung memilih waktu keberangkatan yang berbeda. Sebagian pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan lalu lintas.
Perubahan pola perjalanan tersebut membuat lonjakan kendaraan tidak terpusat dalam satu waktu. Namun, kepadatan tetap berpotensi muncul di jalur utama mudik.
Karena itu, polisi mengimbau masyarakat menyiapkan perjalanan dengan baik sejak awal.
“Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan sejak awal dan tidak berangkat pada waktu yang sama,” kata Artanto.
Imbauan Polda Jateng untuk Pemudik Termasuk Warga Brebes
Polda Jawa Tengah juga memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat yang akan mudik. Polisi meminta pemudik memastikan kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan.
Selain itu, pengemudi perlu memastikan bahan bakar kendaraan cukup. Persiapan ini membantu pemudik menghindari kendala selama perjalanan.
Polisi juga mengingatkan pemudik memeriksa saldo kartu elektronik sebelum memasuki jalan tol. Langkah ini dapat mencegah antrean panjang di gerbang tol.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan bahan bakar terisi penuh sebelum berangkat. Cek saldo e-toll atau e-money agar tidak terjadi antrean di gerbang tol,” ujar Artanto.
Selain kesiapan kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga menjadi perhatian utama. Pengemudi perlu beristirahat jika merasa lelah selama perjalanan.
Polisi juga meminta pemudik memanfaatkan rest area atau pos pelayanan yang tersedia di sepanjang jalur mudik.
Polisi Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026
Polda Jawa Tengah menyiapkan berbagai langkah pengamanan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Polisi menempatkan personel di jalur tol, jalur arteri, serta sejumlah titik rawan kemacetan.
Selain itu, polisi menyiagakan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai lokasi strategis. Pos tersebut memberikan bantuan cepat kepada masyarakat.
Polisi juga menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Beberapa di antaranya meliputi sistem one way, contraflow, serta kebijakan ganjil-genap.
Petugas akan menerapkan rekayasa lalu lintas tersebut secara situasional. Polisi menyesuaikan kebijakan dengan kondisi arus kendaraan di lapangan.
Harapan Mudik Lebaran 2026 Aman dan Lancar
Polda Jawa Tengah berharap seluruh persiapan pengamanan dapat mendukung kelancaran arus mudik tahun ini. Kerja sama antara petugas dan masyarakat menjadi kunci utama.
Dengan kesiapan personel serta kedisiplinan pengguna jalan, arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 diharapkan berjalan aman dan nyaman.
“Kami berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkas Artanto.








