Tanah Bergerak Sirampog Brebes, Pemprov Jateng Percepat Huntara dan Penataan Lingkungan

Wagub Jateng Taj Yasin meninjau lokasi bencana tanah bergerak Sirampog Brebes dan menyerahkan bantuan
Wagub Jateng Taj Yasin meninjau lokasi terdampak tanah bergerak Sirampog Brebes dan menyerahkan bantuan bagi warga.

Wagub Jateng Taj Yasin tinjau langsung lokasi bencana, percepat pembangunan huntara, dan salurkan bantuan bagi 523 jiwa warga terdampak di Desa Sridadi.

Sirampog Brebes, brebesku.web.id – Bencana tanah bergerak Sirampog Brebes yang melanda Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk bergerak cepat. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, langsung meninjau lokasi terdampak pada Jumat (27/3/2026) sore guna memastikan percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Bacaan Lainnya

Wagub Taj Yasin tidak datang sendiri dalam peninjauan ini. Ia membawa serta Wakil Bupati Brebes Wurja, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Drs. Imam Maskur, Kalakhar BPBD Bergas Catursasi Penanggungan, jajaran PMI, dan Baznas Jateng untuk mengoordinasikan penanganan secara lintas sektor.

Dari pihak Kabupaten Brebes, hadir pula Asisten I Sekda Brebes Subandi, Kadinsos Brebes Imam Baehaqi, Kadis Kesehatan dr. Heru Padmonobo, Kalakhar BPBD Brebes Drs Budhi Darmawan, serta unsur Muspika Kecamatan Sirampog.

523 Jiwa Terdampak Tanah Bergerak Sirampog Brebes

Berdasarkan data yang petugas himpun di lapangan, bencana tanah bergerak Sirampog Brebes ini berdampak pada 523 jiwa. Sebanyak 148 Kepala Keluarga (KK) masih bertahan di titik-titik pengungsian karena kondisi rumah mereka sudah tidak layak huni atau berada di zona merah.

Fenomena pergeseran tanah ini terjadi di lereng Gunung Slamet yang memiliki karakteristik tanah labil. Oleh karena itu, pemerintah melarang warga untuk kembali ke rumah mereka yang berada di area rawan hingga tim ahli menyatakan lokasi tersebut aman.

Selain itu, kondisi infrastruktur di sekitar lokasi bencana juga mengalami kerusakan signifikan. Retakan tanah memutus akses jalan dan merusak sejumlah bangunan sehingga mobilitas warga terhambat selama beberapa hari terakhir.

Wagub Pastikan Percepatan Pembangunan Huntara dan Huntap

Wagub Taj Yasin menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah merelokasi warga ke tempat yang lebih aman. Pemerintah sedang menyiapkan skema hunian sementara (huntara) sekaligus hunian tetap (huntap) bagi seluruh warga terdampak tanah bergerak Sirampog Brebes.

Menariknya, tim perencana merancang konstruksi huntara dengan tetap mempertahankan vegetasi alami di lereng Gunung Slamet. Pendekatan ini bertujuan menjaga kestabilan tanah yang memiliki karakteristik labil agar tidak memperparah kondisi geologi di kawasan tersebut.

“Kami hadir untuk memastikan warga mendapatkan haknya. Kami meminta masyarakat untuk tetap sabar dan kuat; pemerintah tidak akan tinggal diam hingga proses relokasi dan pemulihan ini tuntas,” ujar Taj Yasin di hadapan para pengungsi.

Dengan demikian, pembangunan huntara tidak hanya mengedepankan kecepatan, tetapi juga memperhatikan aspek ekologis secara menyeluruh. Tim teknis dari BPBD dan Dinas PUPR terus melakukan kajian lahan untuk menentukan lokasi huntap yang paling aman dan sesuai bagi warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *