Jembatan Kalibuntu Brebes Ambruk, Akses Cilibur-Gunungsumping Terputus Total

Jembatan Kalibuntu Brebes ambruk di ruas Cilibur-Gunungsumping Kecamatan Paguyangan memutus akses antarwilayah
Jembatan Kalibuntu sepanjang 10 meter di ruas Cilibur-Gunungsumping, Kecamatan Paguyangan, Brebes, ambruk pada Jumat (3/4/2026).

Paguyangan, Brebes, brebesku.web.idJembatan Kalibuntu Brebes ambruk pada Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 14.57 WIB. Jembatan yang terletak di ruas Cilibur–Gunungsumping, Kecamatan Paguyangan, ini runtuh total. Akibatnya, akses penghubung antarwilayah terputus sepenuhnya dan memaksa warga menggunakan jalur alternatif.

Peristiwa ambruknya jembatan ini sempat terekam kamera warga dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, struktur jembatan terlihat runtuh bersama bagian opritnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dampak terhadap mobilitas warga sangat signifikan.

Bacaan Lainnya

Jembatan Kalibuntu Brebes Ambruk Putuskan Akses Vital Dua Wilayah

Jembatan Kalibuntu merupakan jalur penting yang menghubungkan Desa Cilibur dengan Gunungsumping, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog. Infrastruktur sepanjang 10 meter dengan lebar 4 meter ini menjadi akses utama bagi ratusan warga di kedua wilayah. Putusnya jembatan Cilibur Brebes runtuh ini berdampak langsung pada mobilitas harian masyarakat setempat.

Tidak sedikit masyarakat yang mengandalkan akses tersebut untuk berbagai kebutuhan harian. Warga biasa melintas melalui jembatan ini untuk menuju pasar, layanan kesehatan, hingga fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, ambruknya jembatan ini menimbulkan kesulitan besar bagi aktivitas sehari-hari masyarakat di kedua desa.

Petugas UPTD Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Bumiayu, Mansur, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. “Iya, itu Jembatan Kalibuntu di ruas Cilibur–Gunungsumping,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menerima laporan lengkap mengenai kondisi jembatan yang ambruk tersebut.

Dinas PU Laporkan Kerusakan Jembatan Paguyangan Ambruk ke Kabupaten

Mansur menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kerusakan jembatan Paguyangan ambruk ini ke pemerintah kabupaten. Laporan tersebut mencakup detail kerusakan jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter. Pihak kabupaten akan segera melakukan kajian untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Berdasarkan informasi yang UPTD PU Wilayah Bumiayu sampaikan, proses perbaikan jembatan memerlukan waktu dan anggaran yang cukup besar. Struktur jembatan yang runtuh total membutuhkan rekonstruksi menyeluruh. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan membahas alokasi anggaran untuk pembangunan kembali jembatan tersebut.

Sementara menunggu proses perbaikan, warga dapat memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia. Mansur mengungkapkan bahwa terdapat jalan penghubung Cilibur-Gunungsumping hasil program TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa). “Ada jalan penghubung Cilibur-Gunungsumping hasil TMMD,” kata Mansur kepada wartawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *