Brebes, brebesku.web.id – Wakil Bupati Brebes Wurja SE menyoroti penurunan serapan anggaran Brebes secara tajam dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) Tahun 2026 di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Jumat (6/3/2026). Wabup memberikan teguran keras kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus menekankan percepatan program “Brebes Beres” di tahun kedua kepemimpinan.
Dalam arahannya, Wurja menegaskan bahwa tahun kedua harus menjadi momentum pembuktian janji politik melalui kerja nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Sebelumnya, tahun pertama pemerintah fokuskan untuk mengokokan fondasi “Brebes Bergerak” sebagai landasan pembangunan daerah.
Serapan Anggaran Brebes Turun Drastis dari 95 ke 81 Persen
Wabup Wurja mengungkapkan fakta bahwa realisasi belanja daerah mengalami penurunan signifikan dari 95,01 persen pada 2024 menjadi hanya 81,71 persen pada 2025. Angka ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam eksekusi program kerja di sejumlah OPD sepanjang tahun lalu.
“Rendahnya serapan anggaran berbanding lurus dengan ketidakpuasan publik. Saya berikan apresiasi kepada DPU yang berhasil menaikkan capaian serapan di angka 92,5 persen, namun dinas lain harus segera berbenah,” tegas Wurja di hadapan seluruh peserta rapat.
Selain itu, Wabup memberikan catatan khusus terhadap beberapa OPD yang menunjukkan kinerja di bawah harapan. Dinas Lingkungan Hidup hanya mencatatkan tingkat kepuasan pengelolaan sampah sebesar 36,9 persen, sementara Dinas Pendidikan masih belum mampu membuka akses bantuan pendidikan secara merata bagi warga yang membutuhkan.
Oleh karena itu, Wurja menuntut seluruh OPD segera memperbaiki kinerja penyerapan belanja daerah Brebes secara menyeluruh. Pemerintah daerah harus mengelola setiap rupiah anggaran secara efektif dan tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Capaian Kinerja Gemilang Pemkab Brebes Sepanjang 2025
Meski menyampaikan teguran keras, Wabup Wurja juga memaparkan sederet keberhasilan Pemkab Brebes sepanjang tahun 2025. Di bidang kesehatan, program Nakes Door to Door berhasil melayani 204.148 warga, termasuk 20.298 ibu hamil dan 113.759 balita di seluruh wilayah kabupaten.
Selain itu, sebanyak 89.929 warga kini memperoleh perlindungan melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjamin akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat Brebes.
Di sektor pendidikan, Pemkab Brebes merenovasi 239 sekolah dan memberikan Beasiswa Sukses kepada 480 mahasiswa berprestasi. Bahkan, program Gas Rolas (Gerakan Ayo Sekolah 12 Tahun) berhasil mengembalikan 628 anak ke bangku sekolah yang sebelumnya putus pendidikan.
Sementara itu, di bidang infrastruktur, pemerintah memperbaiki 287 ruas jalan sepanjang 117,77 km dan membangun 65 jembatan baru. Tim teknis juga menyelesaikan pembangunan 99,8 km drainase serta merehabilitasi 53,73 km tanggul sungai di berbagai titik rawan banjir.
Di ranah sosial dan administrasi kependudukan, Pemkab Brebes membedah rumah bagi 1.375 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan memberikan insentif kepada 21.000 pegiat keagamaan. Layanan Adminduk juga berhasil menjangkau 773.798 warga di seluruh kecamatan.
Berkat sederet prestasi tersebut, Kabupaten Brebes meraih berbagai penghargaan bergengsi sepanjang tahun 2025. Di antaranya, Kabupaten Layak Anak Tingkat Nindya, Innovative Government Award 2025, dan Satria Leader Award dari tingkat nasional.








