H-2 Lebaran 2026: Polres Brebes Terapkan One Way dan Buka Tutup di Jalur Tengah-Selatan

Petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas one way di jalur Selatan Brebes menjelang Lebaran 2026

Tonjong, Brebes, brebesku.web.id – Polres Brebes resmi memberlakukan sistem one way dan buka tutup di jalur Tengah-Selatan Brebes pada H-2 Lebaran 2026, Kamis (19/3/2026). Kebijakan pengaturan lalu lintas ini menjadi langkah strategis untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di wilayah tersebut saat puncak arus mudik. Ribuan kendaraan pemudik memadati jalur alternatif menuju Purwokerto dan sekitarnya, sehingga pihak kepolisian harus mengambil tindakan tegas.

Jalur Tengah dan Selatan Brebes memang selalu menjadi primadona bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur Pantura. Namun, kondisi geografis berupa perbukitan dan jalan yang relatif sempit membuat kapasitas jalur ini terbatas. Akibatnya, antrean kendaraan tak terhindarkan, terutama saat volume kendaraan melonjak drastis menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

Polres Brebes Terapkan One Way dari Underpass Karangsawah hingga Pasar Linggapura

Polres Brebes memberlakukan sistem satu arah atau one way di jalur Selatan Brebes, tepatnya pada ruas dari Underpass Karangsawah hingga Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer ini menjadi titik kritis yang selalu mengalami penumpukan kendaraan saat musim mudik. Dengan penerapan one way, petugas mengarahkan seluruh kendaraan bergerak searah menuju Purwokerto.

Langkah ini terbukti efektif mencairkan antrean kendaraan yang sebelumnya mengular dari wilayah Karanganyar, Tegal hingga Pasar Linggapura. Sebelum petugas memberlakukan one way, pemudik harus rela terjebak kemacetan selama berjam-jam di ruas tersebut. Kendaraan nyaris tidak bergerak karena arus dari dua arah saling berebut jalur yang sama.

Kondisi jalan di wilayah Selatan Brebes yang berkelok dan menanjak memang memerlukan penanganan khusus. Truk-truk bermuatan berat sering kali melambat di tanjakan, menyebabkan antrean panjang di belakangnya. Dengan sistem one way, petugas mengarahkan kendaraan berat melalui jalur alternatif sehingga tidak mengganggu kelancaran arus mudik.

Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup di Jalur Tengah Larangan-Songgom

Sementara itu, kondisi serupa juga terpantau di jalur Tengah Brebes, tepatnya pada ruas Larangan menuju Songgom. Di titik ini, personel kepolisian di lapangan menerapkan sistem buka tutup secara bertahap untuk mengatur arus kendaraan. Petugas memilih metode ini karena karakteristik jalur yang berbeda dengan jalur Selatan.

Jalur Tengah Brebes melewati kawasan permukiman padat dan pasar tradisional yang ramai. Aktivitas ekonomi lokal tetap berjalan meski arus mudik sedang berlangsung. Oleh karena itu, sistem buka tutup menjadi solusi yang lebih fleksibel dibandingkan one way penuh. Petugas mengatur interval waktu tertentu untuk membuka dan menutup arus kendaraan dari masing-masing arah.

“Petugas di lapangan terus melakukan upaya penarikan arus dengan memberikan prioritas utama bagi kendaraan pemudik,” ujar Kasatgas Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo dalam keterangan resminya.

Penerapan sistem buka tutup ini memerlukan koordinasi ketat antar pos pengamanan. Setiap pos saling berkomunikasi melalui radio untuk memastikan timing pembukaan dan penutupan arus berjalan sinkron. Kesalahan koordinasi bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan penumpukan kendaraan di satu titik yang justru memperparah kemacetan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *