Tonjong, Brebes, brebesku.web.id – Arus mudik di jalur Tegal-Purwokerto terpantau padat merayap di ruas Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi langsung memberlakukan sistem one way dari arah Tegal menuju Purwokerto untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik yang melonjak drastis menjelang Lebaran 2026.
Lonjakan volume kendaraan dari arah utara (Tegal) menuju selatan (Purwokerto) menjadi pemicu utama kemacetan di titik ini. Jumlah kendaraan yang melintas di jalur tersebut meningkat signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Petugas kepolisian bergerak cepat dengan menerapkan rekayasa lalu lintas agar arus mudik tetap bergerak dan tidak mengakibatkan kemacetan total.
Pasar Linggapura Jadi Pemicu Tambahan Kepadatan Arus Mudik
Kemacetan di jalur Linggapura bukan semata-mata karena lonjakan kendaraan pemudik. Aktivitas masyarakat di kawasan Pasar Linggapura yang melonjak menjelang Lebaran turut memperparah kepadatan lalu lintas. Pedagang dan pembeli memenuhi area pasar, sementara kendaraan pengangkut barang hilir mudik keluar masuk kawasan perdagangan tersebut.
Pasar Linggapura merupakan salah satu pusat ekonomi penting di Kecamatan Tonjong. Menjelang hari raya, warga dari berbagai desa di sekitarnya berbondong-bondong datang untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Mulai dari bahan makanan, pakaian baru, hingga kue kering menjadi buruan utama masyarakat. Perpaduan antara arus mudik dan aktivitas pasar menciptakan titik kemacetan yang sulit terurai tanpa intervensi petugas.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Setiap tahun menjelang Lebaran, Pasar Linggapura selalu menjadi simpul kemacetan di jalur Tegal-Purwokerto. Pedagang musiman yang menggelar dagangan hingga ke pinggir jalan semakin mempersempit ruas jalan yang sudah penuh sesak oleh kendaraan pemudik. Kondisi ini menuntut koordinasi lebih serius antara petugas kepolisian, Satpol PP, dan pengelola pasar.
Polisi Terapkan One Way Selama Satu Jam untuk Urai Kemacetan
Petugas kepolisian segera mengambil langkah tegas dengan memberlakukan sistem one way atau satu arah di ruas Linggapura. Seluruh kendaraan hanya boleh bergerak dari arah utara (Tegal) menuju selatan (Purwokerto). Kebijakan ini efektif memecah kepadatan yang sebelumnya membuat kendaraan nyaris tidak bergerak sama sekali.
Selama pemberlakuan one way, petugas menghentikan sementara arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni dari Purwokerto menuju Tegal, di kawasan SPBU Kalisalak. Pengendara dari arah selatan harus menunggu hingga petugas membuka kembali akses jalan setelah arus dari utara mereda. Langkah ini memang menimbulkan antrean di sisi selatan, namun secara keseluruhan berhasil mengurai kemacetan parah di titik utama.
Penerapan sistem satu arah berlangsung selama kurang lebih satu jam hingga arus lalu lintas berangsur longgar. Setelah kondisi membaik, petugas kembali membuka arus dua arah dengan tetap melakukan pengaturan secara manual di persimpangan-persimpangan kritis. Kecepatan respons petugas dalam menerapkan rekayasa lalu lintas menjadi kunci utama pencegahan kemacetan total di jalur vital ini.
Dampak Kemacetan bagi Pemudik dan Warga Sekitar Linggapura
Kepadatan arus mudik di jalur Linggapura memberikan dampak langsung bagi ribuan pemudik dan warga lokal. Pemudik yang menempuh perjalanan dari Tegal menuju Purwokerto harus menambah waktu tempuh hingga 1-2 jam lebih lama dari biasanya. Ruas jalan yang normalnya hanya memerlukan 15-20 menit untuk melintas, kini membutuhkan waktu lebih dari satu jam saat puncak kemacetan.








