Lebih lanjut, capaian yang Syamsul Haris raih selama dua periode menjadi modal penting bagi kepemimpinan Herkusnadi ke depan. Di antaranya pembentukan delapan klub panjat tebing di delapan kecamatan yang tersebar di Kabupaten Brebes. Oleh karena itu, Herkusnadi mewarisi organisasi yang sudah memiliki struktur dan jaringan yang kuat di tingkat grassroot.
Sementara itu, pelaksanaan Muscab berlangsung tertib dan demokratis sejak pagi hingga siang hari. Kehadiran berbagai unsur mulai dari klub, pegiat olahraga, hingga KONI provinsi dan kabupaten dinilai memperkuat legitimasi forum sebagai pengambil keputusan tertinggi di tingkat kabupaten. Dengan demikian, hasil keputusan Muscab memiliki kekuatan penuh untuk menjalankan organisasi lima tahun ke depan.
Potensi Pengembangan Olahraga Panjat Tebing di Brebes
FPTI Brebes menilai potensi panjat tebing di daerah cukup merata di berbagai wilayah kecamatan. Keberadaan klub di delapan kecamatan menjadi modal penting dalam pembinaan atlet ke depan. Oleh sebab itu, pemerataan pembinaan di seluruh kecamatan akan menjadi kunci keberhasilan program kerja periode 2026-2030.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, organisasi ini optimistis mampu meningkatkan prestasi di tingkat regional maupun nasional. Dalam hal ini, Herkusnadi berkomitmen menjalin komunikasi intensif dengan Pemkab Brebes untuk mendapat dukungan fasilitas dan anggaran pembinaan. Selain itu, kerja sama dengan KONI juga akan diperkuat untuk membuka akses kompetisi yang lebih luas.
Lebih lanjut, FPTI Brebes juga berperan dalam mendorong gaya hidup sehat di kalangan masyarakat. Olahraga panjat tebing dinilai tidak hanya menuntut kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental dan fokus yang tinggi. Dengan demikian, olahraga ini dapat menjadi alternatif positif bagi generasi muda dalam mengisi waktu luang.
Program Kerja Ketua FPTI Brebes 2026-2030
Dalam visi kepemimpinannya, Herkusnadi merumuskan beberapa program kerja strategis untuk lima tahun ke depan. Pertama, penguatan kelembagaan melalui penataan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Selanjutnya, peningkatan kualitas pelatih melalui sertifikasi dan pelatihan berkala dari FPTI Pusat.
Kedua, pembinaan atlet usia dini melalui sekolah panjat tebing yang akan organisasi dirikan di beberapa kecamatan. Ketiga, pengadaan sarana dan prasarana berupa wall climbing permanen di beberapa titik strategis. Keempat, menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memasukkan panjat tebing sebagai ekstrakurikuler.
“Kami ingin ketua FPTI Brebes tidak hanya berprestasi, tetapi juga membina dan menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga,” kata Herkusnadi menegaskan visinya. Dengan demikian, FPTI Brebes akan menjadi organisasi olahraga yang tidak hanya fokus pada kompetisi tetapi juga kontribusi sosial kepada masyarakat.
Pada akhirnya, terpilihnya Herkusnadi sebagai ketua FPTI Brebes periode 2026-2030 membawa harapan baru bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Kabupaten Brebes. Dengan program kerja yang terstruktur dan dukungan dari berbagai pihak, FPTI Brebes optimis dapat meraih prestasi gemilang di tingkat regional dan nasional sambil tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



