Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas negatif seperti balapan liar. Menurutnya, pembinaan karakter dan penyediaan wadah positif bagi remaja dapat menjadi solusi jangka panjang.
H. Faris Sulchaq juga mengusulkan agar pemerintah daerah menyediakan sarana dan prasarana olahraga atau kegiatan positif lainnya. Dengan demikian, remaja memiliki alternatif kegiatan yang lebih bermanfaat dibandingkan terlibat dalam balap liar.
Polsek Bumiayu Tingkatkan Penertiban di Titik Rawan Balap Liar Bumiayu Brebes
Menanggapi keluhan warga, Kapolsek Bumiayu melalui Kanit Samapta, Aiptu Riyanto Budi Asih, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa selama ini petugas telah melakukan penertiban rutin di berbagai titik rawan balap liar.
“Kami terus melakukan penertiban secara intens. Petugas sudah menangkap banyak pelaku, dan sebagian besar merupakan anak-anak muda dari luar wilayah Bumiayu,” ungkap Budi Asih kepada wartawan.
Pihak kepolisian juga mencatat bahwa pelaku balap liar tidak hanya berasal dari wilayah Bumiayu, tetapi juga dari daerah sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Bumiayu menjadi magnet bagi para pelaku balapan liar dari berbagai wilayah.
Budi Asih mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan aktivitas balap liar di lingkungan mereka. Laporan dari masyarakat akan sangat membantu pihak kepolisian dalam melakukan penindakan yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Dampak Balap Liar terhadap Keselamatan dan Ketertiban Masyarakat
Aktivitas balap liar Bumiayu Brebes memberikan dampak negatif yang signifikan bagi masyarakat setempat. Selain mengganggu ketenangan warga, terutama pada malam hari, balap liar juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan korban jiwa.








