Ketanggungan Brebes, brebesku.web.id – IBI Brebes salurkan bantuan korban banjir di Desa Buara dan wilayah Ketanggungan. Aksi ini menyasar warga terdampak sekaligus bidan yang rumah atau tempat praktiknya ikut terendam banjir.
Ikatan Bidan Indonesia atau IBI Cabang Kabupaten Brebes turun langsung ke lokasi bencana. Pengurus organisasi profesi itu membawa bantuan logistik dan memantau kondisi tenaga kesehatan di lapangan.
Langkah ini penting karena banjir tidak hanya merendam rumah warga. Banjir juga mengganggu layanan kesehatan dasar, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
Dalam situasi darurat, bidan memegang peran penting. Mereka melayani pemeriksaan kehamilan, persalinan, layanan nifas, hingga pemantauan kesehatan anak. Karena itu, saat banjir ikut memukul para bidan, dampaknya langsung terasa bagi masyarakat sekitar.
Melalui aksi ini, IBI Brebes ingin meringankan beban warga sekaligus menjaga agar layanan kesehatan ibu dan anak tetap berjalan. Pendekatan semacam ini memberi nilai lebih karena tidak berhenti pada bantuan sesaat.
Bantuan IBI Brebes Menjangkau Warga dan Bidan
Pengurus IBI Brebes membagi kegiatan di lapangan dalam dua agenda utama. Pertama, mereka menyalurkan paket bantuan berisi kebutuhan pokok dan logistik untuk warga terdampak banjir di Desa Buara dan Ketanggungan.
Kedua, mereka mengunjungi bidan yang ikut terdampak banjir. Pengurus meninjau rumah, tempat tinggal, dan fasilitas praktik mandiri milik para bidan untuk melihat kondisi sebenarnya.
Ketua IBI Cabang Kabupaten Brebes, Uji Rahayu, S.ST., menegaskan bahwa aksi sosial ini menjadi bentuk tanggung jawab organisasi terhadap masyarakat dan anggota. Menurut dia, IBI ingin hadir langsung di tengah warga yang sedang menghadapi musibah.
“Kegiatan bhakti sosial ini kami laksanakan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Desa Buara dan Ketanggungan yang sedang tertimpa musibah banjir. Kami juga memberikan perhatian khusus dengan mengunjungi rekan-rekan bidan yang terdampak. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa mereka tidak sendirian, dan pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak di wilayah ini bisa segera pulih kembali,” ujar Uji Rahayu.
Pernyataan itu menunjukkan arah gerakan bantuan banjir IBI Brebes. Organisasi ini tidak hanya membagikan logistik, tetapi juga menjaga keberlangsungan layanan dasar di wilayah terdampak.
Banjir Memukul Warga dan Layanan Kesehatan Dasar
Banjir di wilayah Brebes selalu membawa dampak berlapis. Warga kehilangan kenyamanan tempat tinggal, aktivitas harian terganggu, dan akses terhadap kebutuhan pokok ikut tersendat.
Di saat yang sama, kelompok rentan menghadapi risiko lebih besar. Ibu hamil, bayi, balita, dan lansia membutuhkan perhatian lebih saat banjir datang.
Jika banjir merendam tempat praktik bidan, warga akan lebih sulit mengakses layanan kesehatan dasar. Kondisi ini bisa memperlambat pemeriksaan rutin, konsultasi kebidanan, dan pendampingan kesehatan anak.
Karena itu, dukungan untuk bidan terdampak menjadi langkah penting. Saat bidan bisa kembali menjalankan tugas, warga juga lebih cepat mendapatkan layanan yang mereka butuhkan.
Inilah alasan mengapa aksi sosial IBI Brebes memiliki arti lebih dalam. Bantuan ini menyentuh kebutuhan warga, tetapi juga memperkuat jalur pelayanan kesehatan di tengah krisis.
Dampak Langsung bagi Masyarakat Ketanggungan dan Buara
Warga terdampak banjir membutuhkan bantuan yang cepat dan tepat. Mereka memerlukan makanan, kebutuhan pokok, dan kepastian bahwa layanan dasar tetap tersedia.
Dalam konteks lokal Brebes, banjir sering membuat aktivitas ekonomi warga melambat. Pedagang kecil, buruh, petani, dan pekerja harian biasanya ikut merasakan dampak karena mobilitas terganggu.
Jika banjir berlangsung lebih lama, warga tidak hanya menghadapi kerugian material. Mereka juga harus berhadapan dengan potensi gangguan kesehatan akibat lingkungan yang lembap, air kotor, dan terbatasnya sanitasi.
Karena itu, bantuan seperti yang dilakukan IBI Brebes memberi dampak langsung bagi masyarakat. Warga mendapat dukungan logistik, sementara bidan memperoleh penguatan agar layanan kesehatan bisa segera pulih.
Dari sisi sosial, kehadiran organisasi profesi di lokasi bencana juga memberi rasa tenang. Warga melihat bahwa ada pihak yang datang, memeriksa kondisi mereka, dan ikut mendorong pemulihan.








