Fatayat NU Siap Dukung Program Pemberdayaan Perempuan Jateng
Terkait pemberdayaan perempuan Jateng, Taj Yasin juga mendorong Fatayat NU untuk bersinergi lebih lanjut dengan Nawal Arafah Yasin. Nawal merupakan Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, serta Ketua Dekranasda Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut dapat membuka peluang kerjasama yang lebih luas dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Ini memang perlu kita sinergikan. Dan mungkin juga nanti bisa langsung di (masalah) kewanitaan itu banyak program dari PKK, Posyandu, ada Dekranasda,” ungkap Gus Yasin, sapaan akrab Wagub Jateng.
Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jateng Tazkiyyatul Muthmainnah mengatakan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus hadir untuk menjalin silaturahmi halal bihalal. Mereka bertemu dengan Taj Yasin dan Nawal Arafah untuk mempererat hubungan. Selain itu, mereka juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk berdiskusi mendalam terkait pembangunan daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih, karena selama ini Pemprov Jateng sudah memberikan perhatian yang cukup baik untuk Fatayat. Kami juga menyampaikan program-program kami ke depan. Harapannya, nanti bisa bersinergi,” ujar Iin, sapaan akrab Ketua PW Fatayat NU Jateng tersebut.
Lembaga LKP3A Fatayat NU Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Iin menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program-program Pemprov Jateng, khususnya Kecamatan Berdaya. Menurutnya, program pemerintah tersebut dapat mereka kolaborasikan dengan Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A/LP3A). Lembaga tersebut merupakan milik Fatayat NU yang telah berjalan secara aktif.
“Program kami di antaranya pencegahan kekerasan. Kebetulan kami punya lembaga LKP3A yang selama ini memang melakukan pendampingan kasus-kasus kekerasan. Program ini sudah berjalan dengan baik,” ucap Wakil Wali Kota Tegal yang juga aktif di Fatayat NU tersebut.
Lebih lanjut, Iin mengungkapkan bahwa Fatayat NU juga memfasilitasi pelatihan bagi pelaku UMKM perempuan. Program pelatihan tersebut dilaksanakan di seluruh Jawa Tengah. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan perempuan dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah. Pengembangan dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan demikian, Fatayat NU berharap kolaborasi dengan Pemprov Jateng dapat terus berlanjut untuk memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci penting. Kolaborasi tersebut mewujudkan pemberdayaan perempuan Jawa Tengah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan ke depan. (**)








