Penanganan Kebencanaan PMI Brebes Selama Bulan Syawal
“Layanan ini terbukti sangat membantu, tidak hanya bagi warga lokal. Selain itu, layanan ini juga membantu pemudik yang melintasi Kabupaten Brebes, terutama dalam penanganan kecelakaan lalu lintas dan kedaruratan medis lainnya,” jelasnya.
Meski operasional Lebaran berjalan lancar, Gunadi menyoroti sejumlah tantangan bencana yang melanda wilayah Brebes selama bulan Syawal. Di antaranya, tanah bergerak menimpa dukuh Bojongsari, Desa Sridadi Kecamatan Sirampog. Kemudian, jebolnya tanggul sungai (Kali) Babakan Ketanggungan juga merendam beberapa desa di wilayah barat.
“Alhamdulillah, rekan-rekan PMI di tingkat Kecamatan telah bergerak cepat. Mulai dari Ketanggungan, Tanjung, hingga Kersana, mereka telah melakukan penanganan di lapangan secara luar biasa,” tambahnya.
Mitra Strategis Penanganan Masalah Sosial Berbasis Kemanusiaan
Lebih lanjut, Gunadi menekankan bahwa pekerjaan di PMI bukan sekadar tugas teknis. Sebaliknya, pekerjaan ini merupakan panggilan jiwa yang didasari rasa kemanusiaan dan kecepatan bertindak.
“PMI menjalankan kegiatan kemanusiaan yang didasari oleh hati. Namun, kita juga harus berpikir cerdas bagaimana memberikan bantuan tersebut secepat mungkin kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat dari berbagai instansi pemerintah terkait menghadiri acara. Selain itu, pengurus PMI tingkat kecamatan dan Kabupaten Brebes serta para relawan PMI turut memeriahkan acara orientasi dan halal bihalal.
Dengan demikian, kegiatan Orientasi Kepalangmerahan dan Halal Bihalal 1447 H ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas relawan. Akhirnya, PMI Brebes semakin siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam penanganan masalah sosial dan kebencanaan di Kabupaten Brebes.








