Lebih lanjut, Bupati meminta para pejabat untuk menjadi pemimpin yang memberikan teladan bagi bawahan. Selain itu, sikap kolaboratif antar-OPD sangat penting untuk mencapai target pembangunan daerah. Dengan demikian, sinergi antar-lembaga dapat berjalan optimal untuk kepentingan masyarakat.
Dalam hal ini, Bupati juga menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik di lingkungan Pemkab Brebes. Para pejabat harus mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat yang tinggi. Oleh sebab itu, inovasi dalam pelayanan publik menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.
Program Nakes Door to Door untuk Atasi Masalah Kesehatan Brebes
Khusus kepada para Kepala UOBF Puskesmas yang baru Bupati lantik, ia memberikan instruksi khusus terkait pelayanan kesehatan. Sebagai garda terdepan, Puskesmas harus memberikan solusi nyata atas tantangan kesehatan di Brebes. Di antaranya penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, serta perluasan akses layanan kesehatan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bupati mendorong implementasi program unggulan Nakes Door to Door. Pihaknya merancang program ini agar tenaga kesehatan (nakes) proaktif mendatangi rumah warga secara langsung. Dengan demikian, akses pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Saya instruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas agar menjadikan Nakes Door to Door sebagai prioritas utama. Lakukan pendataan akurat dan libatkan kader kesehatan serta lintas sektor agar program ini berkelanjutan,” ujar Bupati Paramitha dengan tegas.
Lebih lanjut, program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Brebes. Oleh karena itu, kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain itu, keterlibatan kader kesehatan dan tokoh masyarakat juga sangat penting untuk keberlanjutan program.
Harapan Peningkatan Kualitas Birokrasi Pemkab Brebes
Bupati Brebes juga memberikan pesan kepada seluruh pejabat manajerial yang baru dilantik. Ia berharap para pejabat mampu mengelola sumber daya dengan bijak dan efektif. Selain itu, kemampuan mengambil keputusan yang tepat di tengah dinamika masyarakat yang tinggi menjadi kompetensi yang harus mereka miliki.
Dalam hal ini, rotasi pejabat Brebes diharapkan dapat membawa angin segar bagi birokrasi pemerintah daerah. Wajah baru birokrasi ini harus mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan demikian, legitimasi pemerintah daerah di mata publik akan semakin kuat.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar-OPD dalam melaksanakan program pembangunan. Para pejabat tidak boleh bekerja secara sektoral dan harus menghilangkan ego sektoral. Oleh sebab itu, koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Kabupaten Brebes.
“Saya berharap wajah baru birokrasi di lingkungan Pemkab Brebes dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat,” pungkas Bupati Paramitha mengakhiri sambutannya.
Pada akhirnya, rotasi pejabat Brebes yang melibatkan 49 pejabat eselon III dan 2 Kepala UOBF Puskesmas ini menjadi langkah strategis Bupati Paramitha. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat birokrasi pemerintah daerah yang lebih profesional dan berintegritas.








