Efisiensi Energi Jateng, Luthfi Dorong Desa Mandiri Energi hingga Bike to Work

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan kebijakan efisiensi energi Jateng di Grhadhika Bhakti Praja Semarang
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjelaskan strategi efisiensi energi di Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (30/3/2026).

Semarang, brebesku.web.idEfisiensi energi Jateng menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyusul macetnya distribusi minyak di Teluk Persia akibat konflik Israel-AS versus Iran. Gubernur Ahmad Luthfi langsung menggodok beberapa opsi strategis untuk menekan konsumsi energi. Sejumlah langkah mencakup optimalisasi 2.500 desa mandiri energi, program bike to work, hingga penerapan work from home bagi ASN.

Luthfi menegaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji seluruh opsi secara matang. Ia juga menunggu terbitnya surat edaran resmi dari pemerintah pusat. Rencana edaran tersebut akan keluar pada 31 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini tidak hanya menyasar lingkungan Pemprov Jateng saja. Seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Brebes, juga akan mengikuti arahan penghematan energi. Oleh karena itu, langkah ini berpotensi berdampak luas bagi jutaan warga Jawa Tengah.

Efisiensi Energi Jateng Lewat 2.500 Desa Mandiri Energi dan Gas Alam

Gubernur Luthfi mengungkapkan bahwa Jawa Tengah sudah memiliki modal kuat untuk menjalankan penghematan energi Jawa Tengah. Provinsi ini telah membangun 2.500 desa mandiri energi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Pemprov akan memaksimalkan potensi desa-desa tersebut sebagai garda terdepan efisiensi.

“Kita sudah punya 2.500 Desa Mandiri Energi, itu nanti kita maksimalkan,” ujar Luthfi di Grhadhika Bhakti Praja, Senin (30/3/2026).

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengandalkan BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB). BUMD ini mengelola pemanfaatan gas alam di beberapa lokasi. Luthfi menegaskan bahwa penggunaan gas alam akan terus diperluas sebagai alternatif bahan bakar minyak.

Langkah mengoptimalkan desa mandiri energi Jateng ini menjadi solusi jangka panjang yang strategis. Desa-desa tersebut mampu memproduksi energi secara mandiri dari sumber terbarukan. Dengan demikian, ketergantungan terhadap minyak bumi dapat berkurang secara signifikan.

Pemprov juga mendorong setiap kabupaten untuk mengembangkan potensi energi lokal masing-masing. Kabupaten Brebes, misalnya, memiliki potensi biogas dan biomassa dari sektor pertanian. Optimalisasi ini sejalan dengan visi kemandirian energi daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *