Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung akan panitia suguhkan beragam aktivitas menarik. Mulai dari pertunjukan kesenian tradisional, diskusi publik (FGD), hingga pameran interaktif yang melibatkan partisipasi pengunjung. Bahkan, masyarakat yang memiliki benda pusaka seperti keris juga bisa berkonsultasi langsung dengan ahlinya di lokasi pameran.
“Kalau punya keris atau benda pusaka, bisa dicek tangguhnya, cara merawatnya. Itu juga kita fasilitasi,” tambah Hanung menjelaskan salah satu layanan unik di Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026.
Menariknya, seluruh rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya sepeserpun. Pengunjung bisa datang dari pagi hingga malam untuk menikmati seluruh kegiatan yang panitia sediakan. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak menghadiri event budaya spektakuler ini.
“Gratis. Kita ingin masyarakat benar-benar menikmati budaya tanpa batas,” tegasnya menekankan komitmen pemerintah provinsi.
Tema dan Target Pameran Budaya Terbesar Jawa Tengah
Hanung membeberkan bahwa tema Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 adalah “Rupa Warna Rasa Nusantara, Pangan dalam Jejak Budaya dari Warisan Leluhur Menuju Pangan Masa Depan”. Tema ini mengangkat isu pangan dari perspektif budaya dan keberlanjutan. Dengan demikian, pengunjung akan mendapat wawasan tentang evolusi pangan dari masa lalu hingga masa depan.
Lebih lanjut, tema ini juga menghubungkan warisan kuliner leluhur dengan inovasi pangan modern yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya melestarikan kearifan lokal sambil mendorong inovasi di sektor pangan. Oleh karena itu, pameran ini memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi bagi semua kalangan.
Sementara itu, Hanung mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk meramaikan event ini sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya. Selain itu, kehadiran masyarakat juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor kreatif dan UMKM. Dengan begitu, pameran ini memberikan manfaat ganda bagi pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi.
“Yuk kita meriahkan bersama Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026,” ajak Hanung mengakhiri keterangannya.
Strategi Promosi Masif Event Budaya Jawa Tengah
Strategi car branding yang Pemprov Jateng pilih menunjukkan keseriusan dalam mempromosikan Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026. Mobil-mobil branding akan berkeliling selama satu bulan penuh di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Brebes. Dengan demikian, jangkauan promosi akan sangat luas dan masif.
Selain mobil dinas, pihak penyelenggara juga menggandeng ojek online untuk ikut mempromosikan event ini. Strategi ini dinilai sangat efektif karena ojek online memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, informasi tentang pameran akan cepat tersebar ke berbagai lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, promosi juga pemerintah lakukan melalui berbagai platform digital dan media massa. Kombinasi antara promosi konvensional dan digital diharapkan dapat menjangkau semua segmen masyarakat. Dengan begitu, target kunjungan yang tinggi dapat tercapai selama lima hari pelaksanaan pameran.
Pada akhirnya, Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026 yang akan berlangsung pada 6-10 Mei di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita menjadi event budaya yang tidak boleh masyarakat lewatkan. Dengan konsep yang menggabungkan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif, serta gratis untuk umum, pameran ini menawarkan pengalaman budaya yang komprehensif dan bermanfaat bagi semua kalangan.








