Dalam hal ini, material geotekstil berfungsi mengurangi rembesan air hujan serta menekan laju erosi agar pergerakan tanah tidak semakin cepat. Dengan demikian, pemasangan material ini diharapkan dapat menahan struktur tanah dalam jangka pendek.
Selain itu, petugas juga menyusun karung-karung berisi material tanah di bagian atas tebing sebagai penahan tambahan. Susunan karung ini bertujuan mengurangi risiko pergeseran tanah yang dapat memperburuk kondisi longsor.
Namun demikian, penanganan darurat tersebut masih menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna jalan. Raharjo, salah seorang pengendara yang melintas, berharap pemerintah melakukan penanganan lebih serius sebelum kerusakan meluas ke badan jalan.
“Kalau dibiarkan, longsor bisa makin parah dan merusak badan jalan. Sekarang saja hujan hampir tiap hari,” ujar Raharjo saat ditemui di lokasi.
Ancaman Erosi Tebing terhadap Jalan Provinsi Brebes
Kondisi longsor tebing Brebes di ruas jalan provinsi Bumiayu–Salem menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, jarak tebing yang hanya satu meter dari badan jalan membuat jalur ini sangat rawan mengalami kerusakan struktural.
Lebih lanjut, intensitas hujan yang masih tinggi memperbesar risiko longsor susulan yang dapat menutup atau merusak jalan provinsi. Dengan demikian, mobilitas kendaraan di jalur vital ini dapat terganggu jika longsor semakin meluas.
Sementara itu, jalan provinsi Bumiayu–Salem menjadi jalur penting yang menghubungkan beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes. Selain itu, jalur ini juga menjadi akses utama bagi distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Oleh sebab itu, kerusakan pada jalur ini akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Kemacetan dan penutupan jalan dapat merugikan petani dan pedagang yang mengandalkan jalur ini untuk distribusi barang.








