Sosialisasi Masif Ajang MTQ Nasional XXXI Mulai Bergulir
Sebagai bagian dari upaya mensyiarkan Jateng sebagai tuan rumah, Gus Yasin mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk segera memasang media promosi. Ia meminta setiap daerah memasang baliho dan billboard dalam rangka sosialisasi gelaran MTQ tingkat nasional di Jateng ini.
Langkah sosialisasi masif ini bertujuan membangun antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 Jawa Tengah. Selain itu, promosi yang merata di 35 kabupaten/kota akan memperkuat citra Jawa Tengah sebagai provinsi religius yang siap menjadi tuan rumah event berskala nasional.
Gus Yasin juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menyukseskan ajang ini. Ia mengajak tokoh agama, akademisi, hingga komunitas pecinta Al-Quran untuk bersinergi mendukung penyelenggaraan yang megah dan bermartabat.
Karantina Kafilah Jateng demi Raih Prestasi Maksimal
Gus Yasin mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng tidak hanya fokus pada aspek penyelenggaraan semata. Pihaknya juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas kafilah Jawa Tengah yang akan berlaga di ajang MTQ Nasional XXXI mendatang.
Untuk itu, tim pembinaan menjalankan program karantina intensif bagi seluruh peserta dari Jawa Tengah. Program ini menyajikan pembelajaran mendalam yang mencakup aspek tilawah, tahfidz, tafsir, hingga kaligrafi agar para kafilah tampil prima di setiap cabang lomba.
Selain menyelenggarakan karantina, Pemprov Jateng juga menjalin koordinasi erat dengan orang tua peserta dan lembaga tempat belajar para kafilah. Pendekatan holistik ini bertujuan memastikan setiap peserta mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pihak terkait.
“Sinergitas LPTQ di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan memberikan peran dalam sukses pelaksanaan MTQ Nasional, utamanya dalam penyiapan kafilah calon peserta MTQ,” ujar Gus Yasin.








