LPTQ Harus Miliki Program Terstruktur dan Terukur
Gus Yasin juga mengarahkan LPTQ di seluruh tingkatan untuk memiliki program pembinaan yang terstruktur dan terukur. Ia menekankan pentingnya menyiapkan generasi qori dan qoriah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak qurani yang mulia.
Dengan program yang terencana dengan baik, LPTQ dapat melahirkan bibit-bibit unggul secara berkelanjutan. Hal ini sangat penting agar Jawa Tengah tidak hanya berprestasi pada MTQ Nasional 2026 Jawa Tengah saja, tetapi juga pada ajang-ajang berikutnya di masa depan.
Lebih lanjut, Gus Yasin mendorong setiap LPTQ kabupaten/kota untuk melakukan pemetaan potensi peserta sejak dini. Dengan cara ini, pembinaan dapat berjalan secara bertahap dan menghasilkan kader-kader tilawah berkualitas tinggi dari seluruh wilayah Jawa Tengah.
Jateng Siap Tampil Sebagai Tuan Rumah Terbaik
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi Pemprov Jateng untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Koordinasi yang solid antara LPTQ provinsi dan 35 LPTQ kabupaten/kota menjadi kunci utama kesuksesan penyelenggaraan MTQ Nasional 2026 Jawa Tengah.
Pemprov Jateng menargetkan agar pelaksanaan MTQ Nasional XXXI menjadi yang terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan. Seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, LPTQ, hingga masyarakat, harus bersatu padu menyukseskan hajatan besar keagamaan berskala nasional ini.
Dengan persiapan matang yang telah berjalan sejak akhir 2025, Jawa Tengah optimis mampu menjadi tuan rumah yang membanggakan. Gus Yasin berharap ajang ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran sekaligus mengharumkan nama Jawa Tengah di kancah nasional. (*)








